Seorang ibu biasanya menjadi marah jika melihat anaknya menumpahkan makanan. Makanan jadi mubazir, sudah capek-capek masak masih harus di tambah lagi dengan membersihkan bekas tumpahan.  Sang suami biasanya menengahi dengan mengatakan, “sudahlah itu urusan sepele, nggak usah sampai marah kayak gitu, nanti darah tinggi.”
Untuk kesalahan yang sepele orang masih bisa memaafkan, tapi tidak untuk kesalahan yang dianggap besar. Kristus mengampuni kita bukan karena kesalahan yang sepele, tapi itu adalah masalah dosa. Dosa adalah masalah manusia yang paling besar, sampai kita harus putus hubungan dengan Tuhan.  Maka dari itu pengampunan yang Kristus berikan bagi dosa kita pun tidak sepele. 2 Korintus  5:21 “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Dosa kita ditimpakan kepada Kristus lewat penderitaan yang dahsyat pada peristiwa salib. Kita bebas dari penghukuman dosa, tapi Kristus telah mengambil posisi kita sebagai pesakitan.
Jika kita menyadari begitu besarnya dosa dan betapa luar biasanya pengampunan Kristus, maka kita pun harus bersedia mengampuni kesalahan orang lain.  Memang bukan perkara enteng untuk mempraktekkan pengampunan. Tapi Tuhan sudah memberikan natur yang baru sehingga kita dimampukan untuk mengampuni.  2 Korintus 5:17  “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (Ejo)

You May Also Like

Perjalanan Penderitaan

Penderitaan. Jalan salib. Kata-kata ini tidak enak didengar, tetapi sering dikotbahkan dari…

Mengikut Kristus Dan Menjadi PelayanNya

Di telinga orang kristen istilah pelayan, melayani atau pelayanan bukan lagi menjadi…

Bersungut-sungut Menghalangi Berkat

Mungkin diantara saudara banyak yang sudah mengenal lagunya D’Masiv yang berjudul “Jangan…