Dalam sejarah bangsa Israel mereka berkali-kali menghina nabi-nabi yang diutus oleh Tuhan kepada mereka. Mereka tidak hanya membenci dan menghina nabi-nabi itu, tetapi juga memperlakukan nabi-nabi itu layaknya penjahat-penjahat besar. Mereka memukuli, membunuh dan merajam nabi-nabi itu. Mereka memukul Yeremia, membunuh Yesaya, dan merajam Zakharia anak Yoyada di Bait Suci.

Meski demikian Allah tetap bersabar dalam menunjukkan kebaikan-Nya kepada bangsa yang keras kepala itu. Dia mengutus hamba-hamba-Nya yang lain, lebih hebat daripada yang pertama, sekalipun yang pertama itu tidak dihiraukan dan malah dianiaya. Lalu, Dia mengutus Yohanes Pembaptis kepada mereka, dan ia pun dipancung oleh mereka. Dia pun mengutus Anak-Nya yang tunggal tetapi Ia pun disiksa, disalib sampai mati. Allah tetap sabar dengan menunjukkan kasih-Nya, Ia mengutus lagi para murid-Nya menanggung penderitaan dan penganiayaan demi gereja-Nya. Terakhir Ia mengutus kita untuk melakukan dan menanggung hal serupa.

Jadi setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus harus siap sedia menderita aniaya, apalagi mereka yang berusaha membawa orang lain kepada-Nya. Demikianlah nasihat Matius kepada orang-orang percaya di abad pertama. Meski dianiaya dan diperlakukan secara tidak adil dan tidak manusiawi mereka harus tetap kuat dan menjadi berkat. Mereka harus menjadi batu penjuru yang kuat dimana kebenaran dan gereja-Nya dibangun di atasnya. Karena keteguhan dan kesabaran merekalah dalam menanggung tantangan dan derita sehingga gereja-Nya tetap ada dan bertahan hingga kini.

Nasihat yang sama juga disampaikan kepada kita di tengah tantangan zaman yang diperhadapkan kepada kita. Sebagai anak-anak Allah kita harus menunjukkan kesabaran dan keteguhan yang sama seperti yang ditunjukkan oleh Allah, para nabi dan murid-muridNya. Meski disakiti dan dianiaya tak henti-hentinya namun mereka tetap bertahan, tak berhenti berbuat baik hingga maut menjemput mereka. Kira-Nya Allah memampukan kita untuk melakukan hal yang sama. Karena Ia berjanji, ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau’. Tuhan memberkati – PRB

You May Also Like

Roh Kudus Pendukung Para Pekerja Pelayanan Kristus

Pada masa krisis di Amerika ada seorang bernama Yates memiliki lahan peternakan…

Pengharapan Di Tengah Ratapan

Dikisahkan ada 4 buah lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh.…

Harapan yang Bangkit dari Lembah Tulang Kering

Perang AS-Israel melawan Iran telah mengguncang kehidupan dunia, terutama terkait kebutuhan minyak.…

Lebih Dari yang Kita Harapkan

Kita sebagai manusia adalah makhluk unik dengan sejuta keinginan dan harapan. Biasanya…