Saya ingat alm papa saya, setiap habis mandi,dia duduk di ranjangnya berdoa secara detail untuk ke 12 anak-anaknya. Papa selalu berdoa mohon perlindungan dan keselamatan serta berkat untuk ke 12 anak-anaknya, di manapun dan sedang apa, anak-anaknya berada. Ini sebuah bentuk Kepedulian seorang papa untuk anak anaknya, karena anak-anak titipan Tuhan.Kalau kita memperhatikan yang dilakukan Ayub terhadap anak-anaknya itu juga bentuk perhatian seorang ayah terhadap anak anak titipan Tuhan.”Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka … lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya, “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa….”

Ayub adalah Orangtua yang mengasihi anak-anak, yang sadar bahwa keselamatan anak-anak adalah tanggung jawabnya, yang karenanya selalu berjaga dan mengambil langkah yang perlu agar hanya hal-hal baik yang terjadi pada anak-anaknya.

Saudara-saudaraku sebagai orang tua , ketika anak anak kita sudah beranjak dewasa atau bahkan sudah dewasa, mungkin kita tidak dapat atau tidak boleh menjaga anak anak kita seperti menjaga anak anak kecil , marilah kita mengasihi anak- anak kita dan berperan sebagai orang tua yg mengasihi dan bertanggung jawab secara moral di hadapan Tuhan, karena Tuhan menitipkan anak-anak kepada kita sebagai orang tua.

Leave a Reply
You May Also Like

Berbahagialah yang Mengandalkan Tuhan

Yeremia lahir dan dibesarkan pada zaman pemerintahan Raja Manasye yang jahat. Ia…

Mamangun Mahaga Lewu

Mamangun Mahaga Lewu diambil dari Bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Mamangun artinya…

Hidup Berkelimpahan Bersama Komunitas

Lagu Kidung Jemaat 392, ‘Ku berbahagia’ ditulis oleh Fanny Crosby. Crosby mengalami…