Inilah kebebasan!
Parkir di hadapan kalimat: “Dilarang parkir di sini” Mencecerkan sampah di depan tulisan: “Jangan buang sampah sembarangan”
Teriak sekuat-kuatnya kala membaca anjuran: “Harap tenang”
Inilah kebebasan!
Rajin berdosa karena sudah pasti masuk sorga
Ikut Tuhan hanya cari berkat, harkat, pangkat, hebat Pantang “Amin” sebelum Tuhan jawab “Ya”
Itukah kebebasan? Itulah kebablasan!
Merasa lebih benar daripada Kebenaran Merasa lebih tahu daripada ketahuan Menutupi dosa dengan wajah pasrah Menolak salah malah olah istilah
Sangkanya mereka bebas Ternyata jadi bablas
Diberi otak malah memberontak Diberi detak malah melanggar jejak
Maka untuk mereka yang ingin bebas Diberi kebebasan sebebas-bebasnya Menikmati hukuman sekekal-kekalnya
Sebuah puisi yang dipaparkan, hendak mengingatkan kita akan dosa pemberontakan, sesuatu yang bisa menghalangi kita dari Tuhan dan rancangan-Nya yang indah,
malah mendatangkan celaka bagi kita.
Semoga kita cepat sadar kala kita salah melangkah,
kala kita ingin mencicipi kebebasan semu,
kala kita merasa lebih mengerti daripada Tuhan.
Ikutlah Tuhan, temukan kebaikan dan kehidupan dalam anta nan Sinta Lacih Nya YO DIN