Tahun 2021 kami sekeluarga pindah tugas dari Semarang ke Toraja. Saat di Toraja tak kurang 3 kali sehari para pengantar jenazah lewat di jalan raya depan tempat tinggal kami. Mereka berkonvoi sambil membunyikan kendaraan yang memekakkan telinga. Awalnya kami sangat terganggu dan merasa aktivitas tersebut sangat merugikan. Didorong rasa penasaran, suatu hari saya ikut iring-iringan dan konvoi tersebut. Ada kepuasan psikologis, rasa haru, solidaritas dan kebahagiaan bercampur jadi satu. Sejak saat itulah saya bisa memahami mengapa konvoi mengantar jenazah itu dilakukan setiap ada orang Toraja meninggal dunia.
Manusia adalah mahluk yang berdosa. Manusia sering berbuat sesuka hati tanpa peduli sesamanya. Mereka melawan Tuhan dan berjalan dalam keinginannya sendiri. Akibatnya relasi dengan Allah dan sesamanya menjadi rusak. Kristus adalah pribadi yang memahami dan mengasihi. Karena itulah Ia turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia dengan mengalami hukuman yang seharusnya ditanggung oleh manusia. Karena kasihNya kepada manusia, Ia rela dihukum atas kesalahan yang tidak diperbuatnya. Kristus, dalam hidupNya mengalami derita, sekaligus menghidupi kebenaran dan kasih BapaNya.
Kasih Kristus adalah kasih yang tak terbatas, tak terukur dan tak terbayangkan. Agar hidup di dalamnya maka kita harus dipenuhi dengan rohNya, berakar dalam Dia dan beriman yang kuat kepadaNya. Selain itu mereka yang mengalami dan menghidupi kasih Kristus pasti menjadi saksi dan berbagi kasih kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari. (PRB)
Mereka yang mengalami dan menghidupi kasih Kristus pasti penuh pengampunan dan tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari