arsip

Pieter Randan Bua

Pieter Randan Bua has written 56 posts for GKI Peterongan Semarang

Dipulihkan Untuk Kembali Dalam Rencana Allah

Menurut para penafsir bahwa pertanyaan Yesus yang diulang tiga kali, ‘Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? Merefleksikan penyangkalan Petrus sebanyak tiga kali akan Yesus dan percakapannya pada Perjamuan Terakhir. Jawaban Petrus terhadap pertanyaan Yesus itu tidak menjawab yang Yesus maksud. Yesus bertanya apakah engkau mengasihi Aku? Petrus justru menjawab, ‘su hoida hoti philo se … Continue reading »

Ditenangkan Untuk Mengampuni

John Colbert Ahli Kesehatan Keluarga dari USA mengungkapkan bahwa orang – orang yang paling sakit yang dia jumpai adalah orang – orang yang bukan hanya sakit dalam tubuh mereka tetapi juga dalam emosi mereka. Mereka itu adalah orang – orang yang menyimpan kemarahan, kepahitan, dendam, ketakutan dan kebencian yang berkepanjangan, baik terhadap diri sendiri, orang … Continue reading »

Kebangkitan: Perjumpaan Yang Tak Terduga Dengan Allah

Para murid memiliki harapan yang besar kepada Yesus. Mereka meninggalkan segalanya untuk mengikut Dia. Tetapi ketika Yesus ditangkap dan kepada-Nya difitnahkan hal – hal yang tidak benar. Bahkan akhirnya disiksa secara tidak manusiawi hingga mati dan dikuburkan, Yesus tak melakukan apa pun selain pasrah tak berdaya. Akibatnya para murid kecewa, kehilangan harapan dan lari ketakutan. … Continue reading »

Tak Terhenti Meski Tersakiti

Dalam sejarah bangsa Israel mereka berkali-kali menghina nabi-nabi yang diutus oleh Tuhan kepada mereka. Mereka tidak hanya membenci dan menghina nabi-nabi itu, tetapi juga memperlakukan nabi-nabi itu layaknya penjahat-penjahat besar. Mereka memukuli, membunuh dan merajam nabi-nabi itu. Mereka memukul Yeremia, membunuh Yesaya, dan merajam Zakharia anak Yoyada di Bait Suci. Meski demikian Allah tetap bersabar … Continue reading »

Tuhan, Pulihkan Kami

Sesudah kejatuhan Yerusalem 586 SM maka menjadi kebiasaan Yehuda melakukan puasa dalam bulan keempat, kelima, ketujuh dan kesepuluh (Zak 8:19). Puasa itu dirayakan dengan kegirangan dan sukacita sebagai wujud kecintaan terhadap kebenaran dan kedamaian. Mereka mempersembahkan kurban dan melakukan upacara – upacara keagamaan dengan disiplin. Meski demikian keadaan bangsa itu tak kunjung merasakan kedamaian dan … Continue reading »

Mensyukuri Kemerdekaan Dan Mengapresiasi Negeri

Sejak awal Bangsa Indonesia menyadari bahwa keberadaannya dimungkinkan oleh karena campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itulah alenia ketiga dalam Pembukaan UUD 1945 berbunyi, ‘Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya kehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya’. Kemerdekaan yang diproklamirkan oleh Bangsa … Continue reading »

Iman Yang Memerdekakan

Surat Ibrani ditulis kepada orang – orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan. Karena penganiayaan itu mereka mengalami kekhawatiran dan keputusaan. Iman mereka mulai tergoncang dan beberapa diantaranya di ambang kemurtadan.  Penulis  Ibrani yang mendengar hal ini memberi penguatan agar mereka tetap berpengharapan dan teguh dalam iman mereka. Penulis menampilkan tokoh – tokoh Perjanjian Lama … Continue reading »

Merdeka Untuk Berbagi

Di dunia ini ada orang – orang yang tidak memiliki keadilan dan kasih sayang sama sekali. Mereka ‘memangsa’ orang yang seharusnya mereka tolong dan lindungi. Bahkan tak sedikit yang memanfaatkan orang lain untuk melancarkan aksinya. Inilah yang terjadi pada seorang yang datang pada Yesus. Ia tahu bahwa Yesus punya wibawa, punya kuasa dan perkataan-Nya dapat … Continue reading »

Suara Rakyat, Suara Tuhan?

Beberapa orang Kristen perdana di Roma mulai memegahkan diri sehubungan dengan kelahiran baru dalam Kristus. Mereka beranggapan bahwa karena telah menjadi warga dunia lain maka tak perlu lagi tunduk kepada pemerintah. Paulus yang mendengar hal ini khawatir akan munculnya huru hara perlawanan kepada pemerintah karena itu ia menyampaikan nasihat bahwa pemerintah itu ditetapkan oleh Allah … Continue reading »

Berbahagialah Yang Mengandalkan Tuhan

Yeremia lahir dan dibesarkan pada zaman pemerintahan Raja Manasye yang jahat. Ia memulai pelayanannya sebagai nabi bagi Yehuda pada tahun ke-13 pemerintahan Raja Yosia, dan ia ikut mendukung gerakan pembaharuan rohani yang dilakukan oleh Yosia. Namun gerakan itu tak menghasilkan perubahan yang sungguh – sungguh bagi bangsanya. Lalu ia mengingatkan bahwa jika tidak ada pertobatan … Continue reading »