GKI Peterongan

Bersukacita Dilibatkan Dalam Rencana Allah

Baru-baru ini dalam Youtube, mantan Staf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok ) bernama Ima Mahdiah dipanggil oleh Ahok untuk diminta klarifikasi atas kenaikan gaji anggota dewan DPRD DKI Jakarta. Ahok berang ketika mengetahui tunjangan rumah dan transportasi anggota DPRD DKI Jakarta diluar azas kepatutan. Persoalannya adalah Ima Mahdiah adalah orang muda yang didorong dan didukung untuk menjadi anggota dewan DKI Jakarta, yang pernah menjadi staffnya Ahok saat menjabat jadi gubernur, yang tahu betul mimpi-mimpi Ahok dan mempunyai semangat dan idealisme yang sama dengan Ahok, seharusnya dapat menyuarakan kepentingan rakyat dan menjaga uang rakyat. Ahok menasehatkan agar Imah Mahdiah yang terpilih seharusnya tidak diam dan hanya menikmati kesenangan diri sendiri hingga lupa pada tujuan semula berpihak pada rakyat dan berkarya untuk kepentingan rakyat.

Saudara….cerita diatas tersebut adalah realitas kehidupan kita saat ini. Lain Imah lain pula dengan keluarga Zakharia namun kita bisa melihat bahwa masing-masing telah dipilih untuk sebuah tujuan dalam membangun kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera, yakni membawa kelepasan dan keselamatan. Zakharia bersukacita karena anaknya Yohanes telah dipilih untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan dalam karya keselamatanNya. Sukacaita Zakharia tidak hanya sampai pada senang dan bangga saja. Tentunya lebih dari itu ia tahu bahwa anak yang dilahirkannya itu memiliki tugas yang luar biasa mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Dukungan Zakharia atas anak itu nyata sejak awal ketika memberikan nama, sesuai dengan yang dikehendaki Allah, dan pertumbuhan serta perkembangan anak itu sendiri tentu tidak lepas dari support keluarga agar Yohanes semakin tangguh (…… makin kuat rohnya……(Luk 1:80)) dan menghayati peran sebagai orang yang dipilih untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus (Natal), tentu kita semua saat ini berada dalam sukacita, karena natal adalah simbul karaya keselamatan Allah yang tergenapi. Kita juga bersuka dan merayakannya karena kasih Allah yang nyata bagi manusia. Tetapi apakah sukacita kita berhenti sampai disini saja ? Tentu tidak…….. Kita akan terlebih bersukacita ketika kita aktif secara nyata mewujudkan damai sejahtera dalam kehidupan sesehari dilingkungan kita. Karena peran akftif dan nyata ini sebetulnya kita juga terlibat sama seperti Allah yang berindak nyata dalam kehidupannya yang menghadirkan damai. Biarlah sukacita kita bukan sukacita sesaat yang berisfat perayaan belaka, tetapi sukacita yang sejati karena kita turut bekerja bersama-sama dengan Allah yang telah memilih kita untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan menghadirkan kedamaian itu. (JS)

Arsip