GKI Peterongan

Kebersihan Bagian Dari Iman

Kusta adalah penyakit yang kita kenal sekarang dengan nama lepra. Orang yang menderita kusta kulitnya bersisik dengan sel sekitarnya mati rasa. Dalam perjanjian lama khususnya dalam tradisi Ibrani penyakit kusta dianggap najis, kutukan dari Tuhan, menular dan sangat berbahaya. Karena itulah mereka yang kena kusta dikucilkan dari masyarakat. Kusta bukan cuma dilekatkan pada manusia tetapi juga kepada pakaian dan bangunan. Cendawan pada dinding rumah disebut juga kusta.

Tuhan berbicara kepada Musa dan Harun jika berhasil menduduki tanah Kanaan dan merampas rumah-rumah dari para musuhnya harus dipastikan rumah itu tahir. Tahir jika tidak ada cendawan pada dinding-rumahnya. Jika ada maka rumah itu harus dikosongkan. Setelah itu imam harus memeriksanya, jika dipastikan kusta maka rumah itu harus dikosongkan selama tujuh hari. Jika kustanya tidak hilang maka batu-batu yang terkena kusta dikeluarkan. namun jika sudah dikeluarkan tetapi kusta tetap tumbuh maka rumah itu harus dirobohkan.

Kusta yang mematikan adalah lambang dosa yang membinasakan. Seperti halnya kusta merusak tubuh demikian halnya dosa merusak jiwa. Dosa itu menodai dan memisahkan kita dari Allah. Jika kita berdosa Tuhan mengharapkan kita datang kepada-Nya mengakui segala ‘kusta’ yaitu dosa kita. Mereka yang mengakui dosanya dan bertobat diampuninya dan dinyatakan tahir. Mereka yang berdosa diberinya kesempatan untuk bertobat. Tetapi bagi mereka yang mengeraskan hatinya dan terus bermain-main dengan dosa maka akan dibuang ke luar ‘kota’ untuk dibinasakan.

Jadi, seperti halnya orang kusta harus tahir (ditahirkan) dari kustanya, demikianlah kita sebagai orang percaya harus bersih (dibersihkan) dari segala dosa kita. Sebab mereka yang beriman kepada Allah hati dan hidupnya bersih dari segala dosa dan kejahatan. Karena hati yang bersih adalah tanda orang beriman.