Melalui suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus membagikan rahasia pelayanannya: ia rela menjadi “segala-galanya bagi semua orang” demi memenangkan sebanyak mungkin orang bagi Kristus.

Di sisi lain, Pemazmur menyerukan ajakan untuk menyanyikan nyanyian baru dan memberitakan keselamatan Tuhan dari hari ke hari kepada bangsa-bangsa.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, kesaksian iman kita tidak hanya diukur dari untaian kata-kata, melainkan dari sejauh mana hidup kita mampu merangkul dan menjangkau orang lain.

Bagaimana kita dapat menjadi seorang “pembangun jembatan” kasih di tengah dunia yang penuh dengan sekat pemisah?

  • Pertama : Kita harus merobohkan tembok pemisah dan membangun jembatan, yaitu dengan menerima sesama dengan kasih, yang berarti bersedia meruntuhkan tembok prasangka.
  • Saat kita mau mendengarkan dengan tulus, menghargai perbedaan, dan mengulurkan tangan tanpa syarat, kita sedang membentangkan jembatan bagi sesama untuk mengalami kasih Allah. Ini bukanlah kompromi terhadap kebenaran iman, melainkan cara terbaik menyampaikan Injil melalui bahasa yang paling mudah dipahami dunia: yaitu bahasa kasih
  • Kedua : Paulus bersikap adaptif namun hal itu bukanlah bentuk ketidaksetiaan, melainkan strategi kasih agar Injil dapat menyentuh hati. Kita pun dipanggil untuk kreatif dan relevan dalam merangkul sesama tanpa kehilangan integritas sebagai murid Kristus.
  • Ketiga : Ibadah dan kesaksian hidup harus berjalan bersama. Ketika kasih kita mewujud dalam tindakan nyata, ibadah kita menjadi hidup dan kabar baik yang kita bawa menjadi lebih relevan bagi dunia.

Selamat menjadi Pembangun Jembatan-jembatan Kasih, Tuhan memberkati.

You May Also Like

Visi Hidup Yang Digerakkan Oleh Kasih Kristus

Visi itu sinonim dengan wahyu, penglihatan dan mimpi. John Stott mendefinisikan bahwa…

Memberi dengan Kasih

Seorang dokter heran karena pasiennya, bocah 4 tahun, sering sekali sakit. Kadang…

Bersedia Dipilih Dan Diutus

Setiap orang memiliki pengalaman yang unik dalam sebuah panggilan dan pengutusan bagi…

Allah Memperlengkapi Umat Untuk KaryaNya

Dalam sebuah novel yang berjudul “The Man Who Lost Himself” Mark Inglis,…