Saya pernah mengikuti ibadah di sebuah jemaat. Ada seorang yang melakukan protes karena namanya tidak disebutkan (terlewatkan) saat warta keuangan jemaat dibacakan atas persembahan yang diberikannya sebelumnya.
Dalam berbagai kesempatan kadang-kadang kita merasa terganggu saat memberikan atau melakukan sesuatu namun tidak mendapatkan pengakuan. Akibatnya kadar perbuatan baik kita selanjutnya acapkali menurun bahkan mungkin berhenti melakukannya. Matius 6:1-6 mengajarkan kita tentang pentingnya melakukan firman Tuhan dengan tulus dan setia. Tuhan tidak berkenan pada ritual agama yang dilakukan tanpa makna, melainkan pada kesungguhan hati kita dalam melakukan firman.
Ketika kita berbuat baik seperti memberi sedekah, janganlah kita melakukannya untuk mendapatkan pujian dari orang lain, melainkan karena kita peduli kepada sesama. Tuhan melihat hati kita dan mengetahui apakah kita melakukannya dengan tulus atau tidak. Tuhan juga mengajarkan kita untuk berdoa dengan hati yang tulus dan tidak hanya mengucapkan kata-kata yang indah. Berdoa bukanlah hanya tentang meminta sesuatu kepada Tuhan, melainkan tentang membangun hubungan dengan-Nya.
Marilah menjadi pelaku firman yang tulus dan setia. Peduli kepada sesama dengan ketulusan hati dan berdoa dengan hati yang tulus. Dengan demikian Tuhan akan berkenan atas apa yang kita lakukan. (PRB)
‘Mereka yang tulus dan setia di hadapan Tuhan tak akan berubah perbuatan baiknya walaupun tanpa pujian dan pengakuan’.