​Kepada Yth,

Sdr. Anda

di tempat.

​Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

Bersama surat ini, saya Qohelet, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Pengkhotbah,” hendak menyampaikan temuan penting dalam hal hikmat dan kebodohan yang perlu diperhatikan oleh kita bersama. Ternyata, walau dalam porsi atau ukuran yang sama, kebodohan punya dampak yang jauh lebih besar.

​Ya, setitik kebodohan bisa berakibat fatal entah segera atau di kemudian hari. Sesuatu yang tidak kita harapkan, bukan? Tetapi sayangnya, kebodohan itu kadangkala melekat seperti sebuah karakter. Seperangkat pemikiran, emosi, dan tindakan yang sudah jauh mengakar, bahkan sudah tidak disadari lagi keberadaannya. Lalu bagaimana mengatasi kebodohan? Saya menawarkan tiga hal di bawah ini.

​Pertama, sadari ada hal-hal yang masih bisa dihindari. Kita bisa menghindari kerusakan yang lebih besar dengan mendorong setiap orang untuk tetap bertanggung jawab pada apa yang dipercayakan padanya. Kita pun dapat menghindari kekhilafan dengan menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai, dengan kesadaran bahwa jabatan itu amanah.

​Kedua, setiap orang perlu ingat bahwa ada satu hal yang tidak mungkin dihindari, yaitu realita. Dan realita menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang cukup aman. Segala sesuatu ada resiko yang perlu dihadapi.

​Ketiga, akhirnya relasi dengan Tuhan dan sesamalah yang dapat menolong setiap orang sadar diri dan rendah hati. Semua ini membuka jalan perubahan, dari hidup dalam kebodohan menuju hidup dalam hikmat.

​Demikian surat ini saya sampaikan, terima kasih atas perhatian yang diberikan.

​Salam,

Qohelet.

​Sebuah prosa berbentuk surat imajiner yang menjelaskan apa yang disampaikan dalam Pengkhotbah 10:1-15. Kiranya menolong kita untuk terus bertransformasi menuju kehidupan yang semakin berhikmat dalam Tuhan. (CPH)

You May Also Like

Makin Disukai Tuhan dan Sesama

Saya ingat ketika duduk di kelas enam SD, ada pelajaran IPA tentang…

Mengapa Aku, Tuhan ?

Berita tentang Pilkada DKI Jakarta akhir-akhir ini menarik perhatian masyarakat luas, terlebih…

Keluarga : Membangun Koneksi Atau Relasi ?

Relasi keluarga seharusnya menjadi relasi yang paling dekat, namun terkadang malah bisa…